Celoteh, Celoteh Pengalaman, Magister

Ujian Masuk dan Pengalaman Kuliah Komunikasi Pascasarjana UI

Pada 2018 lalu, saya memantapkan diri untuk mengambil jenjang pendidikan lanjut di Universitas Indonesia. Jurusan yang saya ambil Ilmu Komunikasi.

Untuk mengikuti ujian masuk atau dikenal dengan nama SIMAK, kita harus membayar biaya sebesar Rp 1.000.000. Ini juga dilakukan di Universitas ternama dunia seperti Oxford dan Harvard. Mungkin untuk menjamin bahwa sang peserta pasti mengikuti ujian. Bedanya, kalau di Universitas Indonesia benar-benar ada ujian tertulis untuk S2, dan untuk S3 ada ujian tulis serta wawancara proposal disertasi. Kalau di universitas luar negeri seperti Oxford, tidak ada ujian tertulis namun dinilai dari jurnal yang pernah dipublikasi.

Susah ga sih soal Simak UI Pascasarjana?

Menurut saya pribadi, bahasa Indonesia dan bahasa Inggrisnya mudah. Bahasa Indonesia ada 6 soal sinonim dan antonim. Tiga dari enam soal menggunakan kosakata yang jarang digunakan dalam sehari-hari.

Bahasa Inggris banyak soal cerita. Harus detil baca pertanyaan dan ceritanya, ya. Jangan lupa juga bedain fungsi apostrof seperti it’s, familys’, dsb.

Matematika menjadi soal tersulit bagi saya. Banyak soal yang memiliki satu kisah untuk beberapa pertanyaan. Dan kalau tidak salah ada pula soal yang secara tidak langsung menuntut kita untuk bisa menjawab satu pertanyaan sebelum menjawab pertanyaan berikutnya. Misal, ada satu soal untuk pertanyaan nomor 11-15. Lalu kita ternyata kesulitan menjawab no 11 sehingga ingin skip langsung ke 12. Eh ternyata soal no 12 harus membandingkan dengan jawaban no 11. Jadi mau tidak mau harus jawab no 11.

Tapi dari semua itu, alhamdulillah saya diterima dan sekarang sudah memasuki semester 3 di S2 Komunikasi UI.

Kuliahnya sendiri susah ga, sih?

Kalau dibandingkan dengan S1 saya di Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara sih… well, menurut saya tugas-tugas lebih banyak di UMN, ya. Dosen-dosen UMN lebih ketat dan disiplin dalam hal presensi, serta kejam kalau kasih tugas. Hehehe.

Di S2 ini mayoritas tugas tiap minggunya kita harus membuat paper atau jurnal penelitian singkat untuk tiap mata kuliah. Jadi ya kalau kamu ambil 5 mata kuliah, tiap minggu kamu bikin 5 paper. Bagusnya adalah kita terbiasa membuat penelitian, dan saya pernah mengalami sudah menuliskan semua ide-ide tesis saya untuk tugas mingguan. Hahaha. Karena saking banyaknya tugas paper.

Sulitnya selama S2 ini adalah membagi waktu dengan kerja. Karena saya ambil kelas malam. Oh iya, di jurusan saya, kelas malam dan pagi bisa digabung atau campur ambil kelasnya. Karena mata kuliahnya dibedakan. Kalau kelas malam mata kuliahnya lebih praktikal, sementara kelas pagi lebih keilmuan. Contoh, di kelas malam ada mata kuliah Media Digital dan Perilaku Memilih, di kelas pagi ada Seminar Industri Budaya.

Dan sekarang syarat kelulusan adalah membuat tesis dan publikasi jurnal ilmiah. Jadi kita harus publikasi penelitian, kalau mau dapat nilai A ya kirim ke yang terindeks Scopus, hahahaha. Nanti bagian ini saya ceritakan lebih lanjut.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *