UAS Jurnalistik TV UMN, Menantang!

Halo, semua!

Maaf ya kalau saya jarang sekali post di blog ini.

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai tugas akhir liputan mata kuliah Jurnalistik TV yang saya dapatkan di semester 4.

Dosen saya bernama Pak Jojo, bukan Jojon ya :p

Ia dosen yang amat memandu mahasiswanya bila kebingungan (bukan mendikte ya)

Well, mendingan langsung lihat laporan yang saya buat ketika itu saja, ya! Hehe

Proses Liputan Berita PKG

May Day

Proses Liputan

Ketika meliput demo buruh pada May Day di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, saya pergi berdua dengan teman saya, Aliefia Nada Malik, yang juga merupakan murid Pak Jojo, namun di kelas siang (saya kelas pagi-red).

Kami berdua naik transjakarta dari halte Al-Azhar dan turun di halte Tosari. Sejak dari Bundaran Senayan, jalur Transjakarta sudah mulai tersendat, karena banyaknya bus yang masuk ke kawasan Sudirman-Thamrin.

Kemudian kami berjalan kaki hingga Bundaran HI, dan bergabung bersama massa buruh yang sudah memadati tempat tersebut. Kami tiba di Bundaran HI sekitar pukul setengah 9 pagi (kalau tidak salah-red).

Kami ikut berjalan, bahkan memutar hingga ke belakang Grand Indonesia demi bisa mendapatkan gambar dan tidak desak-desakan dengan ribuan buruh lainnya. Kami, khususnya saya, merasa kami mendapat privilege karena kami perempuan. Seharusnya kami tidak boleh masuk atau bahkan nyender di palang pintu Grand Indonesia, tapi para satpam dan polisi yang berjaga di sana, kasihan melihat kami dan akhirnya memperbolehkan kami untuk masuk , bahkan menawarkan minuman kepada kami (hahaha-red).

Saya dan Fia pun tentunya ikut berarak-arakan hingga Monas. Saya juga sebenarnya sempat mewawancarai Sekertaris Aliansi Jurnalis Independen, namun sayangnya, rekaman suaranya sangat tidak bagus. Suara saya dan Ibu Sekertaris AJI tertelan oleh suara lainnya, meskipun saya sudah merekamnya dengan ponsel pintar.

Ketika para buruh mulai kembali ke Gelora Bung Karno, saya dan Fia mulai merasa lelah karena dehidrasi. Dan bantuan pun datang lagi, kami diizinkan untuk ikut naik bus bersama para buruh yang berasal dari Bekasi. Kami juga diberikan minuman oleh mereka.

Namun sayangnya, perjalanan kami dari Monas menuju GBK tersendat, waktu pun sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB sedangkan kami bahkan masih belum melewati Bundaran HI. Akhirnya kami memutuskan untuk meliput kemacetan yang terjadi (untuk tugas Fia), kemudian kembali ke Blok M menggunakan taksi.

Kesan Saat Liputan

Seru! Sangat seru! Luar biasa seru! Seandainya saya bisa mengulang kembali, saya akan terus menerus mengulang waktu ketika liputan May Day (hahahahaha-red).

Saya bertemu dengan teman-teman ibu saya yang bekerja sebagai jurnalis, saya juga bertemu dengan teman-teman saya dari UI, saya berkenalan dan bercanda dengan banyak orang. Saya pun merasakan semangat yang digelorakan oleh para buruh. Sepertinya tahun depan saya akan liputan hari buruh lagi meskipun tanpa disuruh (hahahaha maaf ketawa terus pak-red).

  1. Alat yang Digunakan Saat Liputan

Kamera SLR Canon Kiss X-5 dan ponsel pintar Esia Max-D. Sayangnya ponsel saya pada liputan kali ini tidak banyak membantu.

Kendala yang Dialami Saat Liputan

Ponsel saya yang biasanya sangat membantu, kali ini tidak bisa membantu saya melawan nasib. Sedekat apapun ponsel itu saya taruh dekat bibir, sesunyi apapun tempat saya ketika mewawancarai narasumber, sekeras apapun volume suara saya berbicara, suara saya dan narasumber masih tidak terdengar jelas.

Liputan Pengambilan Nomor Urut Capres Cawapres

Proses Liputan

Tidak semua orang bisa masuk ke halaman gedung KPU Jakarta, namun saya berhasil masuk karena saya ikut membantu arak-arakan Jokowi-JK.

Kesan Saat Liputan

Ramai luar biasa! Sesak dan tidak beraturan, mungkin 2 kata itu merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di luar kantor KPU Jakarta. Pengamanannya luar biasa ketat, ID Card saya dicek berkali-kali oleh polisi. Namun, tetap menyenangkan, mendapat pengalaman baru, kenalan baru, melihat begitu banyak wartawan di satu lokasi, demi satu acara.

Alat yang Digunakan Saat Liputan

Kamera SLR Canon Kiss X5 selalu setia menemani saya liputan ke manapun (promosi hahaha-red).

Kendala yang Dialami Saat Liputan

Pada dasarnya, karena saya saat itu sedang membantu arak-arakan Jokowi-JK, saya harus keep up dengan arak-arakan tersebut padahal banyak orang berdesak-desakan, dorong-dorongan, di luar gedung KPU Jakarta. Saya takut sekali kamera saya hilang hahahaha, tapi untunglah masih utuh sampai sekarang, meskipun ada yang retak.

Peralatan Perang
Peralatan Perang
Salah satu kelompok pengunjuk rasa
Salah satu kelompok pengunjuk rasa

http://http://www.youtube.com/watch?v=WQevvln_Sq8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *