saya@svaradiva.id

Tag: history

Forever grateful and do my best everyday

Review Boys Beyond The Light

“Mengapa terorisme identik dengan Islam? Sedangkan kekerasan bisa dijumpai di seluruh benua dan juga dilakukan oleh umat lain.” Kalimat di atas saya kutip dari buku yang ditulis oleh @astrid.tito dan @teukuakbarmaulana. Buku ini bercerita mengenai empat pemuda Indonesia yang gabung dengan RIIS atau ISIS. Dan buku ini ditulis karena terinspirasi film dokumenter “Jihad Selfie” yang…
Read more

Kisah Pegawai Negeri Mental Luar Negeri

Rahang pipinya yang kokoh menegaskan ia memiliki garis keturunan Batak. Kulitnya yang putih mulus menandakan ia memiliki garis keturunan Tiongkok. Namun matanya yang besar dan berbulu mata lentik membuat ia terlihat blasteran. “Saya asli Nias, mbak. Orang Nias kan memang putih-putih karena katanya ada hubungan sama Tiongkok sana.” Ketika pertama berkenalan, mungkin kalian akan terheran-heran…
Read more

Translation of International Communication by Daya Kishan Thussu

Berikut merupakan terjemahan saya atas buku International Communication oleh Daya Kishan Thussu. Saya hanya menerjemahkan bagian Perang Siaran Radio dan Masa Perang Dingin. Mohon maaf bila terdapat kesalahan. Perang Siaran Radio Semenjak Perang Dunia I, orang semakin sadar betapa kuat, penting, dan vital nya radio terhadap pembentukan opini publik di negara sendiri maupun propaganda di luar…
Read more

Sejarah Buku di Indonesia

1908 – Penerbit Buku Bacaan Rakyat yang diterbitkan oleh Belanda untuk mengimbangi usaha penerbitan yang dilakukan kaum pribumi, diubah namanya menjadi Balai Pustaka. 1950an – Penerbit swasta nasional mulai bermunculan, sebagian besar di Pulau Jawa dan selebihnya di Pulau Sumatera. 1950 –  Beridirinya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).

Rangkuman Sejarah “TEMPO” dalam Buku Dapur Media

Habis Gelap Terbitlah Terang Latar Belakang: Goenawan Muhammad, wartawan di Harian Kami, baru pulang dari studi lanjut di Brugges, Belgia. Fikri Jufri, mahasiswa yang ingin menjadi Ekonom, namun bekerja untuk harian Pedoman. 1969, Goenawan dkk. menerbitkan majalah Ekspres yang dibiayai Burhanudin Muhamad Diah, pemilik harian Merdeka. Goenawan jadi pemimpin redaksi Ekspres. Belum genap setahun, terjadi…
Read more