Sejarah Buku di Indonesia

  • 1908 – Penerbit Buku Bacaan Rakyat yang diterbitkan oleh Belanda untuk mengimbangi usaha penerbitan yang dilakukan kaum pribumi, diubah namanya menjadi Balai Pustaka.
  • 1950an – Penerbit swasta nasional mulai bermunculan, sebagian besar di Pulau Jawa dan selebihnya di Pulau Sumatera.
  • 1950 –  Beridirinya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
  • 1955 – Pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha penerbitan buku nasional dengan jalan memberi subsidi dan bahan baku kertas bagi para penerbit buku nasional sehingga penerbit diwajibkan menjual buku2nya dengan harga murah. Pemerintah mendirikan Yayasan Lektur untuk mengurus masalah subsidi ini.
  • 1965 – Situasi perbukuan mengalami kemunduran karena subsidi bagi penerbit dari Pemerintah RI dihapus.
  • 1965-1995 – Ketika Soeharto meraih kekuasaan dalam pemerintahan, Balai Pustaka memusnahkan buku-buku “sayap kiri”. Menurut Aryo Heryanto, buku-buku pada zaman itu dibagi menjadi 4 kategori. 1. High Literature adalah buku-buku yang disetujui oleh pemerintah untuk diterbitkan. 2. Buku-buku yang dilarang oleh pemerintah seperti karya Pramoedya Ananta Toer. 3. Buku-buku fiksi populer seperti novel populer dan komik. 4. Buku-buku yang tidak berbahasa Indonesia.
  • 1970 – Toko buku Yogya’s Gramedia merupakan salah satu toko buku Nasional yang didirikan di Jakarta.
  • 1980an – Kelompok Kompas Gramedia merupakan Publishing House terbesar di Indonesia. Komik Asterix dan Minim diterbitkan di koran harian Sinar Harapan.
  • 1982 – Dibuat UUD Hak Cipta No.6 mengenai pembajakan yang sedang merajalela pada saat itu.
  • 1986 – Lupus pertama kali diterbitkan.
  • 1990an – Sekelompok mahasiswa Bandung meluncurkan komik Kapten Bandung setiap bulannya sebanyak 24 halaman berwarna hitam putih
  • 1995 – PT Gramedia Pustaka Utama telah menerbitkan 250 judul buku. PT Gramedia Widiasarana menerbitkan 20 judul buku tiap bulannya
  • 1995 – Akibat penurunan permintaan dan terhambatnya distribusi serta kurangnya promosi, BUMN menghadapi masa depan yang tidak pasti (crisis).
  • 1996 – Sebagai bagian dari tahapan kepemilikan BUMN, sebagian saham Balai Pustaka dimiliki oleh negara.
  • 1996 – serial Panji Tengkorak (kisah berdasarkan kebudayaan Jawa) diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.
  • 1996 – Buku-buku fiksi seperti Manga mendapatkan penjualan tertinggi.
  • 1998 – Toko buku Online Gramedia mulai menawarkan pembayaran secara kredit.
  • 1998-sekarang Masuknya eBook di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi global. Transformasi dari buku cetak menuju bentuk digital yang ditampilkan melalui media internet memudahkan pembaca dalam mencari informasi yang tersedia. Saat ini sumber buku elektronik yang legal di Indonesia belumlah banyak, antara lain dirilis oleh Departemen Pendidikan Nasional (kini menjadi Kementerian Pendidikan Nasional) dengan dibukanya Buku Sekolah Elektronik (BSE).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *