Ringkasan dan Review Bab 7 Journalism Today

RINGKASAN BAB 7 JOURNALISM TODAY

Menulis bukanlah suatu bakat yang didapatkan sejak lahir, melainkan sebuah bakat yang didapatkan melalui latihan terus menerus dan kegagalan. Terlebih lagi jika tulisanmu sering dikritik oleh penulis maupun editor yang handal, pasti dirimu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Dalam membuat sebuah tulisan yang bagus, tentu dibutuhkan sebuah lead yang menarik minat pembaca. Tak hanya sampai di situ, setelah menarik pembaca dengan lead, penulis harus membuat pembaca tetap tertarik. Ada beberapa cara. Setelah lead, kamu bisa menggunakan kutipan hasil wawancara dengan narasumber. Kutipan tersebut nantinya akan menjadi sebuah jembatan antara lead dengan paragraf selanjutnya

Transisi juga perlu diperhatikan dalam menulis sebuah artikel. Penggunaan kata untuk transisi seperti namun, juga, tetapi, sementara, demikian, akhirnya, perlu digunakan secara tepat. Transisi digunakan untuk membantu pembaca memahami alur tulisan secara logis.

Dalam sebuah berita, terdapat sebuah konsep utama yang wajib dipahami yakni konsep piramida terbalik. Piramida terbalik ialah cara penyusunan penulisan artikel berita. Piramida terbalik berarti besar di atas dan kecil di bawah, semakin mengerucut. Jadi, maksud dari konsep ini ialah informasi-informasi penting dari berita tersebut ditaruh di bagian paling atas dan bobotnya paling banyak.

Gaya penulisan seperti bercerita maupun kombinasi seperti menggunakan ringkasan dari lead perlu disertai bukti-bukti kronologis. Bila penulis sudah menentukan gaya penulisan apa yang akan ia pakai dalam suatu tulisan, maka diperlukan konsistensi dalam menulis artikel tersebut.

Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam membuat artikel yang baik, yaitu penghinaan terhadap ras dan etnis tertentu, serta hal-hal yang menyentuh ranah seks. Kata-kata yang berbelit-belit dan tidak ringkas pun harus dihindari. Keep it short and simple. Mengapa? Karena banyak pembaca yang tidak memiliki banyak waktu untuk membaca keseluruhan berita. Selain itu juga penulis juga harus menghindari tulisan yang terdapat jargon, pengulangan kalimat, tulisan-tulisan klise dan kalimat yang pasif.

Sebuah surat kabar pasti memiliki headline. Tiap surat kabar pasti memiliki jenis headline yang berbeda-beda. Tiga gaya penulisan headline yang paling sering digunakan ialah hammer head, wicket, dan kicker. Besar ukuran dan panjangnya headline juga menentukan seberrapa penting artikel yang ditulis. Editor dan reporter yang menentukannya.

Tahapan selanjutnya ialah memberikan artikel tersebut ke copy editor yang kemudian akan me-release artikel tersebut.. Copy editor bertanggung jawab merevisi kesalahan-kesalahan kecil seperti kurangnya tanda baca, kesalahan penulisan kata, dan sebagainya.

 

REVIEW

Dalam bab 7 buku Journalism Today, dijelaskan mengenai konsep piramida terbalik yang tentunya penting karena hal tersebut merupakan dasar teknik penulisan berita. Cara membangun lead yang menarik serta transisi. Dua hal tersebut dijelaskan secara detil sehingga saya dapat memahami dan mempraktikkannya langsung dalam dunia kerja.

Gaya penulisan seperti bercerita atau narasi juga dijelaskan. Hal tersebut biasanya digunakan dalam laporan investigasi ataupun in-depth reporting, karena dua tulisan tersebut biasanya tidak sedikit dan membutuhkan alur yang jelas agar pembaca tidak kehilangan fokusnya ketika membaca di tengah-tengah. Gaya kombinasi juga dijelaskan. Penggunaan sidebar kembali dijelaskan pada bab ini. Namun lebih menjelaskan fungsinya sebagai penampil grafis pendukung laporan artikel berita.

Hal-hal yang harus dihindari juga dijelaskan dalam bab ini, seperti hindari pembahasan yang sensitif yang menyinggung SARA dan seks, kemudian hindari kalimat yang boros dan tidak efektif, serta hindari penggunaan kata-kata yang rumit yang diluar konteks pemberitaan.

Sayangnya, di Indonesia masih sering terjadi kesalahan dalam pemberitaan di media-media massanya. Contoh yang paling sering terjadi ialah pemberitaan di Pos Kota.

Mereka menampilkan secara jelas tulisan “seks” di koran mereka. Jelas-jelas tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam buku Journalism Today dan melanggar kode etik jurnalistik. Mengapa bisa terjadi hal seperti ini? Jika ditelisik lebih lanjut, para reporter dan editor Pos Kota tentu akan berkata bahwa mereka mengikuti keinginan dan kebutuhan “pasar”. Lalu siapa pasar mereka? Ya tak lain dan tak bukan adalah orang-orang yang senang membaca berita nyeleneh seperti hal di atas dibandingkan berita-berita yang serius seperti ditulis di surat kabar Kompas.

Berdasarkan hal tersebut, saya menyimpulkan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah keinginan dan kebutuhan pasar sangat memengaruhi gaya penulisan berita di surat kabar?
  2. Bagaimana cara redaksi media untuk memenuhi kebutuhan konsumen tiap surat kabar namun tetap mengikuti kaidah penulisan jurnalistik?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *