Ramainya Malam Pergantian Tahun Khas Jakarta

Selasa (31/12/2013), 17.00 WIB, lebih kurang 1.000 pengunjung Jakarta Night Festival 2013 mulai berdatangan. Mereka berjalan kaki, baik dari arah Senayan, Tanah Abang, maupun Balaikota.

Sejak pukul 16.00 WIB, jalan-jalan yang menuju ke kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, mulai ditutup. Penutupan jalan tersebut merupakan bagian dari persiapan Jakarta Night Festival 2013. Sekitar 3.000 Satpol PP diturunkan untuk membantu mengawasi kelancaran acara tahun baru di daerah tersebut.

Berdasarkan informasi dari situs resmi BMKG, hujan akan turun di daerah Jakarta pada Selasa sore (31/12/2013). Pemprov DKI telah menyiapkan dua pawang hujan demi lancarnya acara Jakarta Night Festival 2013 di kawasan tersebut. Namun hujan tetap turun sekitar pukul 18.00 WIB dan membuat kocar-kacir para pengunjung yang mulai berdatangan ke acara malam tahun baru di kawasan Bundaran HI tersebut. Hujan yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit itu membuat banyak pengunjung langsung berteduh di pos-pos penjagaan Satpol PP. Para pedagang kaki lima pun langsung meninggalkan dagangannya dan berteduh di bawah tenda ataupun berlari ke dalam gedung terdekat.

Meski begitu, tidak semua orang merasa dirugikan karena hujan ini. Moci, salah seorang penjual jas hujan di kawasan Bundaran HI, mengaku dapat menjual hingga lima lusin jas hujan dalam rentang 20 menit. Keuntungan yang didapatkan pun tidak sedikit. Ia menjual Rp 10.000,00/jas hujan. “Iya, saya sudah persiapan untuk menjual jas hujan ini karena dengar informasi dari BMKG,” ujar Moci ketika diwawancara.

Ketika hujan berhenti, seluruh warga baik pengunjung, pedagang, maupun penyelenggara acara kembali menjalani aktifitasnya masing-masing. Jalan Sudirman-Thamrin pun semakin dipadati pengunjung. Meski acara belum dimulai, bunyi terompet sudah terdengar di berbagai penjuru kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Sekitar pukul 19.30 WIB, JNF 2013 dibuka oleh MC di dua panggung utama yang terletak di sekeliling Bundaran HI. Kedua panggung tersebut lah yang paling ramai dikunjungi warga. Mereka menantikan duet antara Jokowi dan Rhoma Irama.

Dari sekian banyak panggung yang telah disiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, terdapat satu panggung yang terletak di depan EX yang sengaja dibuat untuk menggalakkan salah satu program Pemprov DKI yaitu Mass Rapid Transit. Musik yang dimainkan di panggung tersebut sangat berbeda dengan musik yang dimainkan di panggung-panggung lainnya. Jika para pengisi acara di panggung lain menyanyikan lagu-lagu dangdut, para pengisi acara di panggung ini menyanyikan lagu-lagu blues. Tak heran, karena tujuan utama dari keberadaan panggung ini, selain memperkenalkan MRT, juga agar para pekerja kantoran di daerah Jakarta lebih sering menggunakan transportasi umum.

Pukul 21.00 WIB, rombongan kirab Joko Widodo mulai berjalan dari arah Balai Kota menuju Bundaran HI. Rombongan tersebut antara lain terdiri dari para Abang dan None Jakarta, relawan-relawan yang mengenakan topeng berwajah Jokowi, hingga para pejabat DKI Jakarta.

Pemenang Abang Jakarta 2013, Dio Aufa Handoyo, mengatakan meskipun kirab dimulai lebih lambat dari jadwal yang direncanakan, rombongan pawai yang telah bersiap-siap dari pukul 17.00 WIB tetap semangat berjalan demi menghibur para pengunjung yang sudah datang ke acara JNF 2013. “Seru kok bisa kirab gitu, interaksi langsung sama masyarakat. Saya juga seneng banget JNF 2013 ramai karena Jakarta jadinya engga kalah dari times square,” ujar Mahasiswa TI Universitas Indonesia angkatan tahun 2011 tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *