Celoteh, Celoteh Pemikiran, Random Thoughts

Pengalaman Berteman dengan LGBT

Isu LGBT kayaknya lagi hits, ya?

Saya mau berbagi cerita dan pengalaman tentang LGBT yang saya tahu.

Sejak kecil, saya tumbuh di lingkungan pekerja seni.

Mayoritas penari. Karena ibu saya memiliki sanggar tari yang cukup terkenal.

Saya tidak menyangkal bahwa banyak penari laki-laki yang menyukai sesama jenis alias gay. Ada juga penari perempuan yang menyukai sesama jenis, tapi jumlahnya tidak banyak dan tidak seberani lelaki dalam mengakui preferensi seksual mereka.

Saya juga punya beberapa teman yang mengubah jenis kelaminnya dan cantiknya jadi ngalahin saya huhuhu.

LGBT menular?

Kemarin saya lihat ada beberapa orang yang menulis agar berhati-hati terhadap orang LGBT karena LGBT menular. Hmm… buktinya saya dan banyak orang lain straight aja tuh hehehe. Saya masih (sangat) suka melihat cowok ganteng, macho. Dan masih banyak tuh penari yang straight, cuma emang suka bercanda jadi bences hehehe.

 

Preferensi seksual dan gender seseorang bisa berubah

Saya teringat curhatan teman-teman gay saya. Ada beberapa (ndak banyak) dari mereka yang cerita bahwa mereka merasa menjadi gay itu salah, dan tidak ingin orang tersayangnya (seperti adik, kakak, atau sepupu) untuk ikut-ikutan menjadi gay. Dan setelah bertahun-tahun, sekitar 10 tahunan gitu, saya kaget ketika mengetahui beberapa teman gay saya preferensi seksualnya jadi straight. Mereka memilih untuk menikah, punya anak, dan hidup “normal” menurut masyarakat jaman now. Jadi ya saya belajar bahwa preferensi seksual seseorang bisa berubah, baik perlahan ataupun mendadak. Dan belum tentu hal yang tampak atau terlihat di depan mata adalah hal yang sesungguhnya. Tiap manusia pasti ada pergulatan di dalam dirinya kan.

Ada juga teman gay yang tetap gay.

Dan ada beberapa dari teman gay saya yang pernah terkena AIDS, dan saya belajar, ketika tengah menghadapi penyakit tersebut, mereka sangat membutuhkan dukungan moral dan mental. Mereka sedang berjuang untuk hidupnya, lho. Tak sedikit pula teman gay saya yang meninggal karena penyakit tersebut.

 

Maaf ngalor ngidul, intinya sih…

Untuk teman-teman yang merasa risih dengan LGBT, saya ndak minta kamu untuk suka LGBT. Saya percaya kalau kamu juga punya hak untuk mempercayai apapun kepercayaanmu, asal ndak nyari masalah sama orang lain 😁 Kan kamu percaya kalau Tuhan ndak pernah tidur toh  Jika menurutmu mereka salah, doakan yang baik-baik, bukan dengan ngata-ngatain. Inget, ucapan adalah doa, cin~

Dan saya belajar manusia itu ndak pernah sepenuhnya hitam atau putih, selalu abu-abu. Jadi belum tentu saya yang paling benar, dan belum tentu kamu yang paling salah.

Dan belajar bahwa manusia bisa berubah, termasuk dalam hal preferensi seksual. Dari straight ke gay, gay ke straight, atau lainnya.

Kalau saya sih, biarkan orang memilih jalan hidupnya masing-masing. Karena tiap orang punya perjuangan yang berbeda. Tidak semua orang hidupnya semulus porselain. Seandainya kamu di posisi mereka, apa kamu bisa sekuat mereka?

Mari saling hidup berdampingan dengan damai dan tetap cucok meyong.

Jika ada yang tersinggung, ndak setuju, atau malah setuju, ya monggo ngobrol japri aja ya. Biar ndak debat panas. Saya hanya share pengalaman pribadi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *