Pandangan Feminis Amat Membara!

Sejak entah beberapa bulan yang lalu hingga beberapa detik sebelum saya menulis blog ini, saya bisa dikatakan cukup terbuka dan tolerir terhadap semua sudut pandang dalam setiap hal.

Namun entah mengapa, kini saya amat terganggu jika ada orang-orang yang berbicara “merendahkan” perempuan. Misal “Eh lo kalo magang di sini bakal betah meskipun ga digaji! Cewek-ceweknya beuh… lo liat sendiri deh nih foto-fotonya!” Ya ya, feminis, memang. Tapi coba kita tukar posisi seandainya perempuan yang berbicara seperti itu. “Eh lo kalo magang di sini bakal betah meskipun ga digaji! Cowok-cowoknya beuh… ganteng-ganteng banget!” Hmm rasanya agak tidak mungkin. Atau itu mungkin saja terjadi, namun saya belum pernah bertemu dengan perempuan yang sekiranya akan berbicara seperti itu. Karena menurut pemikiran saya, perempuan yang magang adalah perempuan yang pendidikannya tinggi dan lebih mementingkan kinerja dibandingkan penampilan.

Namun, saya tidak se-feminis orang-orang yang “Menuhankan perempuan”. Saya tidak se-feminis orang-orang yang menjadi admin akun-akun yang menuliskan bahwa perempuan harus dimanja, harus selalu ditemani ke manapun ia pergi, harus selalu diberi kabar, harus selalu diberikan barang termahal, dsb. 

Saya paham, mungkin para admin akun tersebut ingin agar perempuan lebih dihargai oleh lelaki, tapi tidak seperti itu caranya! Karena cara-cara tersebut malah merendahkan perempuan. Perempuan masa kini sudah mandiri, bahkan tak sedikit yang menjadi tulang punggung keluarga. Jikalau para aku tersebut masih menuliskan “cara-cara menuhankan perempuan”, baiknya coba dilihat ke dalam diri sendiri lagi.

Apakah kita, perempuan, tak bisa pergi sendiri? Kalau alasannya adalah karena takut bahaya, diculik, dsb, well kini sudah ada Go-Jek, Grab Bike, dan berbagai moda transportasi canggih lainnya yang terjamin keamanannya.

Apakah kita, perempuan, tak bisa membeli sendiri barang-barang yang kita inginkan? Sedari kecil, saya selalu diajarkan untuk tidak menerima hadiah apapun dari lelaki yang menyukai saya, bahkan tidak boleh mau ditraktir oleh lelaki yang menyukai saya! Mulanya saya bingung, tapi kini saya tahu mengapa. Satu, kita bisa jadi terbiasa dimanja. Dua, tak semua lelaki seperti ini, namun lelaki akan merasa bahwa ia sudah “memiliki” si perempuan jika sudah mampu mentraktirnya.

Semua hal yang saya tulis di atas merupakan pandangan pribadi berdasarkan pengalaman pribadi saya. Jika ada perbedaan pendapat, tentu merupakan hal yang wajar. Saya sangat menerima jika ada yang ingin berdiskusi dengan saya.

2 thoughts on “Pandangan Feminis Amat Membara!

  1. Jujur aja ya, aku berpikir bahwa wanita yang feminis itu justru wanita yang mandiri dan bisa diandalkan.
    Kalau cewek2 yang selalu pengen dimanja, dibeliin ini-itu, dianterin dan bla bla bla itu mah beda lagi, itu namanya kekanakan. Pada dasarnya kita juga pengen sih dimanja, tapi ya ga selalu. Ada waktunya sendiri klo itu.
    Justru karena cewek terlihat tidak bisa apa2 makanya jadi direndahkan seperti itu sama cowok.
    Tapi, klo kita para wanita membalikkan pendapat cowok dengan bersikap dewasa, pesonanya awet!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *