Celoteh, Celoteh Pengalaman

Mobile Banking Apps Indonesia

Sejak 2017 lalu, tepatnya sejak kemunculan Jenius, saya mulai keganjringan mencoba berbagai mobile banking apps yang available di Indonesia.

Sebelum ada Jenius, saya sudah menggunakan m-BCA.

Setelah Jenius, saya sempat mencoba Digibank. Tak sampai 12 jam setelah saya install, lansung saya uninstall si Digibank itu karena tidak user friendly dan sering error.

Jadi saya tidak akan review di sini karena tidak recommended. Kecuali nanti aplikasinya membaik, baru saya install lagi.

 

Di sini akan saya review lima mobile banking apps yang saya gunakan hingga saat ini:

 

M-BCA

Bagi orang Jakarta, punya rekening BCA itu kayaknya sebuah keharusan ya. Karena di Jakarta, ATM BCA ada di mana-mana, plus biasanya gajian ditransfer ke BCA hehehe.

Apalagi dengan sedikitnya waktu luang akibat macet, M-BCA ini (dulu) sangat membantu!

Kamu bisa bayar tagihan internet, tagihan listrik, beli pulsa, transfer antar bank, bayar belanjaan e-commerce, bayar tagihan kartu kredit di aplikasi ini!

 

Sayangnya, biaya admin tabungan yang mahal sekitar Rp 18.000 per bulan bikin saya mikir ulang semenjak banyak pilihan baru.

Ditambah tiap kali bertransaksi melalui m-BCA, biaya pulsanya lumayan bikin hati miris.

 

Kekurangan lainnya adalah tidak adanya pilihan transfer berkala di mBCA. Tapi ada di klikBCA.

Juga kita hanya bisa mengakses mBCA jika pilihan paket data dan sms menggunakan nomor yang telah didaftarkan ke KC BCA sebagai nomor untuk mengakses mBCA.

 

2. Mandiri Online

Honestly, saya pakai apps ini, bahkan bikin rekening Mandiri pun hanya agar bisa top up saldo e-money tanpa harus ke alfa/indomart HAHAHA.

Kekurangan lainnya mirip seperti mBCA yakni pilihan paket data dan sms menggunakan nomor yang telah didaftarkan ke KC Mandiri sebagai nomor untuk mengakses Mandiri Online.

 

3. Jenius

This is the app that made me in love to try new mBanking apps.

Sangat mudah digunakan. Tidak terpaku pada nomor yang digunakan selama ada koneksi internet.

Pendaftarannya tidak perlu datang ke kantor cabang manapun. Benar-benar FULLY ONLINE!

Persyaratannya hanya KTP dan NPWP.

Ah iya, ada juga sistem verifikasi di mana petugas Jenius terdekat menghampiri kita untuk memotret KTP asli kita.

 

Dan coba kalian bandingin ya limit harian antara BCA dan Jenius.

Limit Jenius mengalahkan limit BCA Platinum!

 

Limit BCA.

 

Limit Jenius.

 

Enaknya lagi, si Jenius ini memungkinkan tiap pengguna untuk punya 3 kartu sekaligus. 2 kartu debit fisik dan online, serta 1 kartu debit khusus online.

 

Kekurangannya adalah sulitnya mentransfer dana ke Jenius melalui internet banking BCA alias klikBCA. Bukan mBCA, ya.

Karena di klikBCA itu bank BTPN terdaftar sebagai BTPN Syariah, sementara si Jenius ini merupakan rekening dari BTPN biasa. Jadi saya selalu gagal setiap kali berusaha transfer ke Jenius dari klikBCA.

 

4. OVO

Saya mulanya install ini untuk bayar parkir di beberapa gedung milik Lippo.

Tapi ternyata banyak juga cashbacknya. Banyak merchant yang menyediakan diskon jika pembayaran menggunakan OVO seperti Miniso dan Haircode.

Dan mudah banget penggunaannya!

Misal kita belanja di Miniso lalu mau bayar dengan OVO, nah tinggal sebut deh nomor ponsel yang kita daftarkan. Otomatis langsung kebayar!

 

Si OVO ini ada dua jenis, ada yang biasa dan premiere.

Bedanya ada di limit saldo.

Kalau yang biasa hanya Rp 1.000.000, yang premiere Rp 10.000.000

 

Si OVO ini kalau bank fisiknya itu Bank NOBU. Jadi kalau mau transfer dari Bank lain, kodenya kode Bank Nobu (053).

Asiknya lagi, nomor rekening di OVO ini mirip seperti virtual account BCA di Tokopedia, alias pakai nomor HP kita. Say goodbye to hafalin nomor rekening rempong!

Fufufufu, another point for OVO!

 

 

5. ipotpay

Nah. Ini. Saya pakai ini karena saya pakai ipotgo juga sih…

Jadi konsep ipotpay ini seperti deposito yang bisa kita ambil kapan saja.

Mudahnya, seperti tabungan biasa, namun dengan imbal balik yang lebih tinggi setara deposito. Karena uang yang kita taruh di rekening ipotpay ini langsung ditaruh di reksadana pasar uang (mohon koreksi jika ada salah).

Reksadana pasar uangnya ini bisa kita pilih sendiri di awal ketika membuka rekening.

 

Sebenarnya fitur “tabungan setara reksadana” tersebut juga ada di Jenius dan OVO. Bedanya hanya di ipotpay ini kita bisa memilih ditaruh di reksadana pasar uang mana. Sementara di OVO dan Jenius terbatas hanya di deposito milik mereka.

 

Untuk Jenius, OVO, dan ipotpay kita bisa langsung buka rekening melalui ponsel selama ada koneksi internet.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *