Celoteh Pengalaman

Melawan Jerawat dan Scars

Saya termasuk orang yang berkutat cukup lama melawan jerawat dan teman-temannya.

Saya mulai mengalami jerawat ketika usia 10 tahun (tahun 2005).

Tadinya kulit saya normal dan malah sangat bagus, hingga saya diperkenalkan pada facial pencet-pencet yang merusak wajah indah saya. LOL.

Saya sudah pernah mencoba ke… semua dokter, semua klinik dari yang murah sampai yang paling mahal seantero Indonesia. Dari yang huruf depannya W sampai yang terletak di Senopati. Semuanya hanya membuat semakin ketergantungan.

Sejak 2013, saya berhenti menggunakan obat dokter. Karena saya merasa bukannya semakin bersih malah semakin ‘berat’ obatnya.

Pada 2014, saya iseng mencoba sabun muka produk Jepang. Namanya Kanebo. Aneh, ya? Saya juga mikir, ‘Kok namanya lucu…’

Dan Alhamdulillah cocok. Saya pakai sabun batangnya yang warna coklat, harganya Rp 200.000 atau Rp 190.000. Selang beberapa bulan, saya mulai memakai whitening tonernya yang versi Blanchir. Harganya Rp 530.000. Fungsinya? Entah, hahaha. Tapi di saya, whitening toner itu mengurangi komedo dan minyak berlebih di muka.

Kemudian saya mulai rajin mencari tahu informasi mengenai jerawat, pengobatannya, dan scars. Female daily dan realself merupakan sumber utama saya. Saya baca review produk dan forum di sana. Dari situ saya tahu, bahwa selain mencuci muka, kita juga harus rajin memberikan obat jerawat dan menggunakan sunblock minimal spf 30.

Saya mencoba 2 obat jerawat, benzoyl peroxide dan tretinoin. Saya lebih cocok dengan yang tretinoin karena lebih cepat menyembuhkan dan jerawatnya tidak muncul kembali.

Tretinoin yang saya beli merupakan merek Medi-klin TR yang mengandung Clindamycin phosphate 1,2% dan Tretinoin 0,025%. Bentuknya gel, harganya Rp 51.000, dan bisa dibeli di apotek K24.

Sunblock yang saya gunakan merek Skin Aqua, UV Moisture Gel (Normal to Oily Skin), SPF 30 PA++. Harganya sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 dan banyak dijual di online shop Instagram. Meski tulisannya gel, tapi bentuk aslinya seperti susu.

Dan percayalah, semenjak saya rajin cuci muka – pakai toner – pakai obat jerawat – pakai sunblock, jerawat saya sangat sangat berkurang dan hanya tersisa 1-2 tiap datang bulan. Pori-pori pun mengecil. Mungkin karena mulai rajin dirawat.

Jerawat hilang, muncullah permasalahan baru. Bekas jerawat yang biasa kita sebut scars atau bopeng.

Melawan Scars

Lebih dari setahun saya mencari tahu produk atau treatment apa yang cocok dan efektif menghilangkan scars saya. Lagi-lagi, semua berpatokan pada situs femaledaily dan realself.

Akhirnya kemarin, 26 Desember 2016, saya memberanikan diri mencoba ematrix di Skin Act’s Alam Sutera. Biayanya untuk laser ematrix full face Rp 1.875.000, atau bisa juga hanya pipi kiri-kanan sekitar Rp 1.500.00. Jauh lebih murah dibanding tempat lain. Dan untuk yang mau tahu hitungan per shot, saya sendiri laser full face sekitar 147 shots. Tapi itu karena saya takut, hahaha. Mungkin kalau yang sudah biasa ematrix dan lebih berani dari saya, akan lebih dari 147 shots.

Gimana rasanya? Tidak sakit, sungguh. Kalau kalian pernah facial pencet, maka ini sakitnya cuma 10% facial pencet.

Gimana hasilnya? Check this out. #azek

photo_2016-12-28_10-57-18 photo_2016-12-28_10-58-24

Ketika diberi gel untuk membuat ‘baal’ atau kebas sebelum treatment.

photo_2016-12-28_10-57-40 photo_2016-12-28_10-58-21

Setelah treatment.

photo_2016-12-28_10-58-00 photo_2016-12-28_10-57-49 photo_2016-12-28_10-58-11

10 jam setelah treatment. 27 Desember 2016 pukul 01.15 WIB

photo_2016-12-28_10-58-30 photo_2016-12-28_10-58-16

28 Desember 2016 pukul 10.00 WIB.

 

 

NEW UPDATE

Pada pertengahan 2017 lalu, saya iseng pergi ke dokter kulit rumah sakit ternama di BSD. Ia menyarankan saya memakai SKIN ENHANCER merk OBAGI dengan kandungan vitamin A 0,1% dan hasilnya sangat bagus! Jauh lebih bagus dibanding treatment ematrix.

Harganya Rp 675.000 kalau tidak salah. Lumayan banget kan dibanding sekali ematrix 2 juta huhuhu. #bakarduit

Sayangnya, produk ini sulit ditemukan.

Hasilnya bopeng di muka saya bisa benar-benar hilang! Yeay! Tapi setelah pemakaian rutin selama berbulan-bulan. Dan ingat ya, kulit tiap orang itu berbeda. Pemakaian salep untuk scar pun tidak bisa optimal jika mukamu tidak dibersihkan, atau terlampau kering. Jadi jangan lupakan perawatan utama seperti cuci muka dan memakai toner sebelum memutuskan memakai cream apapun.

Anw, kalau mau baca skincare lengkapku bisa klik di sini 😀

You may also like...

4 Comments

  1. Carla says:

    Reviewnya bagaimana sis? Dengan dokter siapa?

    1. Halo @Carla, nama dokternya saya lupa. Perempuan, masih muda. Usia 30 kalau tidak salah.

      Reviewnya: Ada beberapa pori-pori yang terlihat signifikan perbaikannya. Bahkan ada yang benar-benar hilang. Mayoritas, clog pores maupun scars yang membaik, memang ukurannya tidak terlalu besar.

      Overall, puas sih. Tapi memang ga mungkin sembuh dalam sekali treatment.

  2. […] saya itu tadinya sangat mulus, kemudian berjerawat dan scars (pernah saya tulis di sini), lalu kombinasi, kemudian kering, dan sekarang super […]

  3. Jenny says:

    Kak wajah saya bopeng bopengnya lumayan banyak di pipi kiri kanan bagusan saya coba cream ny Aja ya ? Yg obagi itu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *