Korupsi Tak Hanya di Indonesia

Dulu sewaktu kecil, saya sering berkata, “Ah nanti kalau sudah besar, kerja di luar negeri saja, ga asa birokrasi dan korupsi kayak di Indonesia. Lebih bersih!”

Tapi semenjak saya sering ke luar negeri untuk misi kesenian negara, angan-angan itu langsung saya buang jauh-jauh.

Pernah suatu kali di sebuah negara bagian Afrika utara, saya ditodong duit USD 100 oleh pihak bandara. Dan gaya nodongnya benar-benar seperti preman. Menyita tas teman saya yang isinya cuma minuman, lalu maksa minta uang, di depan ratusan penumpang lain! Jika tidak diberikn, barang tersebut tidak bisa dibawa. Ujung-ujungnya saya ngotot-ngototan dengan pemalak tersebut. Dan akhirnya ia menyerah setelah ngotot-ngototan hampir sejam.

Sebelumnya, masih di suatu negara di Afrika, banyak koper tim kami tidak diizinkan masuk pesawat karena over baggage. Sederhananya, kami ingin bayar kelebihan bagasi. Faktanya, pihak bandara sengaja menyulitkan kami dengan meminta ongkos lebih USD 200. Dan untunglah saat itu kami sedang bersama pihak KBRI, jadi KBRI yang membayar “uang palak” tersebut.

Di Eropa, tim saya pernah tidak diberi makan oleh salah satu maskapai penerbangan asal Perancis. Alasannya? Entah. Tapi yang pasti, makanan-makanan tersebut akhirnya dimakan sendiri oleh pramugari-pramugarinya.

Dan percayalah, masih banyak lagi pengalaman saya ditodong di luar Indonesia. Itu lah alasan saya membuang jauh-jauh keinginan bekerja di luar negeri. Lagi pula, Indonesia sudah mulai berbenah, kok!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *