Celoteh, Celoteh Film

Film Krisis Keuangan Amerika Serikat 2008

Krisis keuangan global terbesar selain The Great Depression adalah krisis AS 2008.

Banyak yang merasakan krisisnya, namun tak memahami apa sebenarnya yang terjadi. Apa permasalahannya? Bagaimana caranya agar tak terjadi kembali? Kenapa bisa sampai terjadi krisis di AS dan nyaris terjadi krisis global?

Salah satu alat untuk mempelajarinya bisa dari film. Fenomena krisis 2008 begitu menggemparkan Amerika Serikat, bahkan dunia, dan menyakiti keuangan masyarakat kelas menengah-bawah. Banyak film yang membahas fenomena tersebut.

Berikut beberapa film tentang krisis keuangan Amerika Serikat pada 2008 yang pernah saya tonton.

Capitalism “A Love Story”

Sebuah film dokumenter yang disutradarai dan dibintangi oleh Michael Moore.

Moore banyak bahas dari sisi industri dan pekerja. Betapa tidak adilnya hidup ini bagi pekerja, ditambah dengan adanya krisis. Ada pilot terkenal Sully yang dipotong gaji dan uang pensiunnya. Bahkan ada pilot yang harus mengambil second job alias punya dua kerjaan karena gajinya sebagai pilot tidak mencukupi.

Inti pandangan dalam film ini adalah kapitalisme itu tidak adil. Menyengsarakan yang miskin dan mendewakan yang kaya.

Ending-nya keren sih, Moore pasang garis polisi di area Wall Street selayaknya crime scene.

Inside Job

Ini juga film dokumenter, tapi menurut saya ini lebih keren dibanding Capitalism “A Love Story”. Disutradarai Charles Ferguson dan dibintangi oleh Matt Damon.

Film ini terdiri dari lima bagian.

Bagian pertama membahas “How we got here?” atau dapat diterjemahkan menjadi bagaimana Amerika Serikat bisa mengalami krisis 2008.

Bagian ini membahas bagaimana produk-produk industri keuangan AS dijalankan “seenak jidat”.

Bagian kedua membahas “The Bubble (2001-2007)” atau dapat dipahami sebagai proses terbentuknya gelembung yang pecah sebagai krisis keuangan AS 2008.

Tepatnya bagian ini menunjuk “siapa saja yang dianggap bersalah” dan mengakibatkan gelembung di AS pada 2008.

Bagian ketiga membahas “The Crisis” yakni kejadian-kejadian yang berhubungan dengan krisis tersebut pada 2008.

Sesi ini banyak membahas apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat guna menanggulangi krisis tersebut.

Bagian keempat membahas “Accountability” atau akuntabilitas para pemain keuangan Amerika Serikat. Mereka, golongan 1% itu, melenggang bebas dengan kekayaannya. Sementara lebih dari 50% rakyat AS menderita, kehilangan uang pensiun, rumah, dan aset-aset berharga lainnya.

Bagian kelima yakni bagian penutup membahas kondisi AS pasca krisis.

Kenapa saya bilang film ini keren? Karena tanpa pengetahuan atau dengan pengetahuan minim mengenai dunia finansial, kamu bisa memahami film ini dan fenomena krisis 2008. Orang-orang yang diwawancara pun memang yang berwenang di kala itu. Jadi kita dapat mengetahui pemikiran dan sudut pandang banyak orang penting terkait krisis tersebut.

Too Big To Fail

Kalau judul film ini diterjemahkan secara literal bermakna “Terlalu Besar Untuk Gagal”.

Ya, krisis AS memang terlalu besar untuk dibiarkan tanpa penanganan dari pemerintah. Meski memang awal mulanya berasal dari kenakalan orang-orang Wall Street menurut narasi film ini.

Film ini dibintangi banyak aktor dan aktris ternama, sebut saja Tony Shalhoub, William Hurt, dan Cynthia Nixon.

Diangkat dari kisah nyata, film ini menggunakan sudut pandang pemerintah, lebih tepatnya U.S. Treasury Secretary Henry Paulson dan Ben Bernanke, Chairman of the Federal Reserve System.

Inti ceritanya kira-kira begini:

Pemerntah mulanya tidak mau bertanggung jawab karena tidak mau “manjain” pemain Wall Street dan ingin para pemain tersebut bertanggung jawab. Namun sayangnya, krisis ini terlalu besar untuk dibiarkan karena mempengaruhi keuangan negara lain, dana pensiun masyarakat, dll.

The Big Short

Nah, kalau ini film dari sudut pandang pemain Wall Street. Tapi bukan pemain yang besar.

Film ini diangkat dari kisah nyata orang-orang yang untung besar dari krisis keuangan AS 2008.

Menariknya, orang-orang ini justru yang menyadari lebih dulu bahwa akan terjadi krisis keuangan di AS.

Ada sekelompok orang yang mewawancarai satu-satu pemilik kredit rumah. Dikisahkan ada seorang lap-dancer yang mempunyai lebih dari dua kredit tempat tinggal padahal ia tak memiliki pendapatan tetap. Ada pula rumah yang pemilik kreditnya menggunakan nama anjing peliharaan pemilik kontrakan.

Seru, deh! Tapi ya jahatnya mereka memanfaatkan kerugian orang lain. Bahagia di atas penderitaan orang lain.

Pelajaran yang didapat dari film ini: Kalau sekelompok orang biasa saja bisa tahu akan ada krisis, mengapa pemerintah yang memiliki sumber daya manusia yang begitu banyak dan qualified  bisa kecolongan?

Margin Call

Dbintangi Paul Bettany, Kevin Spacey, Demi Moore, dan banyak aktor aktris terkenal lainnya, film ini mengisahkan bagaimana sebuah perusahaan atau bank investasi besar mengambil tindakan dalam menghadapi krisis keuangan AS 2008.

Film ini menunjukkan bagaimana manusia bisa begitu kejam terhadap manusia lainnya jika sudah menyangkut masalah finansial.

Selamat menonton.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *