Celoteh, Celoteh Film

Dokumenter Netflix: American Factory, Adaptasi Budaya China di Pabrik Amerika

Berkisah tentang sebuah pabrik General Motors di Ohio, Amerika Serikat yang harus ditutup pada 2010 dan akhirnya dibuka kembali sebagai pabrik kaca oleh investor China.

Berbagai masalah datang, mulai dari budaya dan kebiasaan, bahasa, gaji yang jauh lebih kecil, tidak ada kenyamanan, dan minim perlindungan terhadap karyawan.

Masalah pertama adalah kebiasaan dan budaya. Apapun yang diinginkan CEO, itu lah yang harus dilakukan. Meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan di luar akal. Ketika pabrik baru berdiri, ada masalah seperti pintu harus menghadap ke arah tertentu, dan ingin ada konser di luar ruangan tanpa ada tenda (dan sang CEO yakin cuaca tidak akan hujan!), penempatan posisi barang, dsb.

Hal berikutnya ialah kendala bahasa yang membuat sang CEO harus terus menerus menggunakan interpreter. Bayangkan kamu di Ohio yang diisi oleh orang Amerika kulit putih maupun hitam, dengan gaya bahasa dan berbicara yang berbeda.

Budaya yang juga berbeda adalah CEO dari China tidak memiliki kedekatan personal dengan karyawan-karyawannya, sementara para karyawan (terutama yang kulit hitam) menginginkan kedekatan dengan mengatakan, “Hey, you should come down here with us, and have some barbercue sometimes.

Budaya kerja juga berbeda. Di Amerika terbiasa bekerja 5 hari (Sabtu dan Minggu libur), sementara di China terbiasa dengan hanya 2 hari libur dalam sebulan! Sehingga terkadang di weekend-nya orang Amerika, mereka tetap harus bekerja. Dalam film ini digambarkan mereka bekerja meskipun tengah hari libur Mother’s Day.

Masalah yang bikin rada nyesek ialah para karyawan Amerika ini dulunya digaji lebih kurang $29 per jam oleh General Motors. Sementara oleh Fuyao America hanya dibayar $12,84. Namun karyawan Amerika tetap bersyukur mereka bisa bekerja dan menghasilkan uang, karena mayoritas dari mereka benar-benar jatuh miskin akibat The Great Depression.

Para pekerja China, termasuk CEOnya, mengeluhkan bahwa karyawan Amerika tidak produktif.

Hal terkonyol adalah mereka punya Union Avoidance Consultant!

Lalu mereka mengganti Presiden dan Wakil Presiden pabrik yang tadinya orang Amerika menjadi orang China.

Masalah keamanan kerja, mereka punya 11 kecelakaan kerja.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *