Critical Review: Ramainya Malam Pergantian Tahun Khas Jakarta

Ketika pertama kali konsultasi dengan Pak Lilik, saya mengatakan akan menulis berita mengenai sexy dancer yang masih di bawah umur. Namun salah satu narasumber mengatakan ia keberatan dan takut kehilangan pekerjaannya bila saya menuliskan berita tersebut, meskipun saya sudah bilang berita tersebut tidak akan dipublikasikan.

Kemudian saya mencoba meliput berita mengenai kebakaran yang menimpa restoran  Hoka-Hoka Bento di Stasiun Gambir. Saya bahagia sekali ketika saya berhasil mewawancarai seorang saksi mata yang bekerja sebagai porter di Stasiun Gambir.  Kebahagiaan saya pun bertambah ketika saya (nekat) berhasil masuk ke dalam tempat kejadian perkara, padahal tempat tersebut sudah diberi garis polisi. Ketika masuk ke dalam, saya memfoto tkp tersebut dan bertanya kepada bapak-bapak pekerja bangunan yang sedang membereskan tkp tersebut. Lalu kemudian saya mencoba bertanya kepada orang yang bekerja sebagai karyawan customer service Gambir untuk menanyakan siapa orang yang bisa saya wawancarai mengenai kebakaran tersebut. Namun ia tidak bersedia menjawab apapun sampai akhirnya saya kesal sendiri dan membuka Wikipedia untuk memperlihatkan UU no. 14 tahun 2008. Akhirnya ia pun memberikan saya nomor telepon Pak Sukendar yang katanya Humas PT KAI. Ketika saya telepon ke nomor tersebut, betapa kesalnya saya ketika mengetahui bahwa Pak Sukendar ternyata sudah pensiun!

Akhirnya saya meliput Jakarta Night Festival 2013 sekaligus merayakan tahun baru di sana. Saya berhasil mewawancarai beberapa  pengunjung, dua orang Satpol PP, beberapa panitia acara, dan Abang Jakarta 2013. Yang lebih mencengangkan lagi, saya berhasil mendapatkan sebuah HP Android gratis karena saya berhasil menjawab pertanyaan mengenai MRT.

Betapa beruntungnya saya, meliput berita untuk UAS sekaligus mendapat hadiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *