Communication Officer PANDI

Banyak orang tak percaya bahwa saya sudah bekerja di PANDI dari sejak saya belum memulai skripsi, yakni dari April 2016.

Kenapa saya mau bekerja padahal belum lulus? Sederhana, karena keluarga saya saat itu sedang dilanda masalah ekonomi. Ayah saya sudah meninggal, ibu saya sudah 60 tahun, dan kakak saya juga masih kuliah.

Saat itu saya depresi luar biasa untuk mendapatkan pekerjaan. Memang kala itu saya juga masih bekerja sebagai kontributor di Tabloid NOVA, tapi  penghasilannya tidak pasti dan tidak mencukupi kebutuhan keluarga saya.
Setelah depresi selama kurang lebih 3 minggu, salah seorang dosen saya bernama Sigit Widodo (dosen Jurnalisme Online di semester 5) tiba-tiba mengirimkan pesan melalui WhatsApp. Mulanya ia menanyakan apakah saya sudah lulus. Saat itu saya baru akan masuk ke semester 8 dan tinggal mengambil mata kuliah Skripsi, jadi saya jawab belum.

Kemudian beliau meminta tolong untuk menyebarluaskan informasi bahwa kantornya membuka lowongan untuk anak Jurnalistik menjadi admin media sosial dan situs tempat ia menjadi Direktur Operasional yaitu PANDI. Ia mengirimkan template broadcast message-nya. Tentu saya langsung sebarkan di grup Line Jurnalistik UMN 2012.
Tak berapa lama, banyak pertanyaan diajukan oleh teman-teman saya, dan mayoritas mereka bertanya, “Div, itu belum lulus (kuliah) boleh apply?” Pertanyaan tersebut saya tanyakan langsung ke Pak Sigit dan dijawab, “Boleh.”
Sontak saya langsung nyahut, “Kalau gitu saya boleh daftar dong, Pak?” dan dijawab boleh.

Seketika saya langsung membuka laptop, secepat mungkin mengirimkan CV saya ke email yang diminta. Singkat cerita, saya diterima bekerja di PANDI setelah melalui 2x proses wawancara. Dua-duanya dengan Direktur Operasional langsung. Dengan HRD hanya mengurus administrasi saja.


Media Sosial dan Situs PANDI

Saat itu saya belum menjadi communication officer seutuhnya, baru hanya mengurus media sosial dan situs-situs PANDI. Fyi, di minggu pertama masuk PANDI, saya langsung disuruh mengisi konten situs pandi.id. Ternyata memang saat itu PANDI baru memindahkan situs utamanya dari pandi.or.id menjadi pandi.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *