Review Boys Beyond The Light

“Mengapa terorisme identik dengan Islam? Sedangkan kekerasan bisa dijumpai di seluruh benua dan juga dilakukan oleh umat lain.”

Kalimat di atas saya kutip dari buku yang ditulis oleh @astrid.tito dan @teukuakbarmaulana.

Buku ini bercerita mengenai empat pemuda Indonesia yang gabung dengan RIIS atau ISIS. Dan buku ini ditulis karena terinspirasi film dokumenter “Jihad Selfie” yang mengangkat kisah nyata pemuda Indonesia yang direkrut ISIS melalui media sosial (belum nonton filmnya 😢). Komentar saya setelah membaca buku ini: deg-degan. Gaya cerita Astrid dan Teuku mampu membuat saya bergidik ngeri, membayangkan seorang remaja Indonesia berusia belasan tahun dipaksa melakukan bom bunuh diri.

Di tengah cerita pun ada beberapa ‘sentilan’. Kalimat sentilan yang paling saya suka adalah, “Dari mana kamu tahu kamu akan masuk surga? Kamu telah mengambil alih fungsi Allah sebagai Tuhan.” Meskipun ending cerita sengaja digantung, tapi saya suka chapter penutupnya. Bertindak sebagai penyimpul pemikiran mayoritas muslim Indonesia sepertinya (menurut saya sih, hehehe).

Kekurangannya hanya satu, banyak cerita mengenai latar belakang karakter namun sedikit sekali mengenai konflik ketika bergabung di ISIS.

Overall, buku ini menarik karena memberikan banyak pandangan baru, terutama mengenai gejolak dan motif pemuda yang terjerat gabung dengan ISIS.

 

NB: saya mendapat respon dari Astrid Tito di Instagram:

Thankies udh baca ya @svaradiva tadinya itu buku berjumlah 400 halaman, hanya di cut oleh penerbit jd 200 halaman, banyak emosi dan setting cerita yg kebuang. 😬

 

Tinggalkan Balasan