Celoteh, Celoteh Pengalaman, Portfolio, Portfolio Culture, TravelogDiva

Aljazair 2014 part 1 – Alger

Info yang akan selalu saya ulang ketika bahas Aljazair.

Aljazair adalah sebuah negara di Afrika Utara.

Bahasa utamanya adalah bahasa Perancis dan bahasa Arab. Untuk bahasa Arab, mereka punya perbedaan dialek berbeda di tiap daerah, layaknya di Indonesia.

Hanya orang-orang amat super kaya yang bisa bahasa Inggris di sini. Seperti anak Walikota yang kuliah di luar negeri dan anak-anak diplomat. Jadi jangan harap mereka memahami bahasa Inggris karena “yes” dan “no” aja mereka tidak paham.

Untuk video mengenai transportasi di Aljazair bisa lihat di sini.

 

Dalam perjalanan ke Aljazair kali ini, kami transit di bandara Jerman.

 

Sesampainya di bandara Alger, Aljazair, kami diajak ke sebuah restoran. Fyi, porsinya besar-besar dan banyak.

Kami disediakan sate daging sapi, kambing, dan burung apa ya… yang pasti bukan ayam. Karena di sana jarang ada ayam.

Ada juga roti mirip chanai. Dimakan dengan tiga pilihan bumbu, yang merah itu sambal pedas, putih mayonaise, dan hijau… ya agak pahit gitu ya.

Dan tentunya disediakan puluhan buah zaitun sebagai penutup jamuan makan siang ini.

Setelah makan, kami langsung diboyong ke Wisma Indonesia milik KBRI di Aljazair.

Tempat ini bagaikan rumah kedua bagi saya, karena saya lebih sering ke tempat ini dibanding jalan-jalan ke Bali.

Kami langsung fitting, cek koper sekiranya ada barang yang tertinggal, dan mempersiapkan penampilan untuk malam harinya.

 

 

Sebelum tampil, kami diajak makan ke sebuah restoran bernuansa otentik timur tengah (padahal kami memang sedang di Timur Tengah ahahaha). Masakannya khas India gitu kayaknya.

          

       

 

Dan tibalah waktu tampil!

Hal paling membahagiakan ketika misi kesenian keluar negeri adalah ketika melihat budaya kita begitu disukai oleh banyak orang. Kami tampil di food court Bab Ezzouar.

 

 

Keesokan harinya kami jalan-jalan keliling Alger.

Martyrs’ Memorial

Kami melihat “monas”nya Alger. Letaknya di tengah kota Alger.

Di atasnya sih tidak ada emas seperti Monas, ya.

Tapi bisa dibilang ini icon kota Alger.

Monumen ini dibangun sebagai peringatan perang kemerdekaan Aljazair.

 

Ini pemandangan di depan monumen tersebut.

 

 

Notre Dame Afric

      

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *