Portfolio, Portfolio Culture, TravelogDiva

Aljazair 2012 Part 1 – Constantine

Info yang akan selalu saya ulang ketika bahas Aljazair.

Aljazair adalah sebuah negara di Afrika Utara.

Bahasa utamanya adalah bahasa Perancis dan bahasa Arab. Untuk bahasa Arab, mereka punya perbedaan dialek dan kata di tiap daerah, layaknya di Indonesia.

Hanya orang-orang amat super kaya yang bisa bahasa Inggris di sini. Seperti anak Walikota yang kuliah di luar negeri dan anak-anak diplomat. Jadi jangan harap mereka memahami bahasa Inggris karena “yes” dan “no” aja mereka tidak paham.

Untuk video mengenai transportasi di Aljazair bisa lihat di sini.

 

 

Constantine adalah nama sebuah kota di Aljazair.

Pertama kali saya ke sana tahun 2012. Ketika baru masuk kuliah.

Saya dan tim ke sana untuk menampilkan kebudayaan Indonesia di tiga kota, Alger, Tlemcen, dan Constantine.

Constantine adalah salah satu kota wisata di Aljazair. Fyi, kota atau daerah yang memiliki unsur nama Constantine ada di beberapa negara, seperti Aljazair, Maroko, dan Roma. Mungkin dulu nama ini sangat hits sehingga dipakai di banyak daerah.

Kala itu, untuk mencapai negara ini harus transit di dua negara, Hong Kong dan Perancis. Karena jalur tersebut adalah opsi penerbangan termurah dari Indonesia ke Aljazair. Biaya tiket pesawatnya sekitar 15-20 juta rupiah untuk sekali perjalanan pulang pergi. Itu yang paling murah lho, ya.

Constantine

Di Constantine tidak ada bandara internasional. Bandara internasional hanya ada di Alger. Jadi rombongan kami saat itu menggunakan bis untuk bepergian dari Alger ke Constantine. Mungkin jaraknya seperti Jakarta-Cirebon ya. Naik bis sekitar 6 jam waktu tempuh.

Kota ini indah banget. Mirip Alexandria di Mesir. Bedanya, si Constantine ini tidak di pinggir laut.

Berikut beberapa spot wisata yang wajib dikunjungi di Constantine.

Istana Bey Ahmed / Palais D’Ahmed Bey a Constantine

 

Istana ini amat terkenal, dan setahu saya untuk masuk ke dalam istana ini harus dengan guide dan seizin Kementerian Pariwisata Aljazair. Mungkin termasuk kawasan perlindungan ya.

Nah, kota ini terkenal dengan keramik-keramiknya yang indah!

Saya terpesona banget dengan salah satu jendela di istana ini yang menurut saya indah. Seperti mozaik berbagai spektrum warna menyatu. Ketika cahaya masuk, indahnya Ya Allah… sampai warnanya ikut teroreh di lantai.

Lalu…

Hal unik lainnya adalah kalau di Indonesia kan relief itu dari batu, sementara di Constantine mereka pakai keramik. Jadi kisah-kisah perang masa lalu, dan juga penyebaran kekuasaan dijabarkan di keramik lalu ditempel ke dinding.

Ini sisanya foto-foto narsis saya hahaha.

 

Atap gedung ini juga unik banget. Seperti rumah betawi ya nuansanya?

 

Jembatan Gantung Pont Sidi M Cid

Ini kayaknya spot foto wajib di kota ini. Ruame tenan rek!

Jadi, di bawah jembatan ini ada ngarai, sungai, dan gua yang membelah gunung. Jembatannya sangat tinggi. Ada tebing indah di ujung frame.

Salah satu gua yang memotong gunung batu. Keren banget!

Jaraknya tidak jauh dari pusat kota. Jadi kamu bisa berjalan kaki ke tempat ini. Sekitar 10-15 menit ya.

Karena saya di sana kerja rodi dan bukan untuk jalan-jalan, jadi saya cuma sempat ke 2 tempat itu saja di Constantine hahaha.

Anyway, ini suasana kotanya:

Benar-benar seperti kota-kota di Perancis.

Ah iya, sayangnya saat itu belum banyak hotel bagus di Constantine. Kira-kira kamar hotelnya seperti ini:

 

 

Untuk tulisan berikutnya mengenai kota Tlemcen ya. Harap bersabar~ Mencari foto 6 tahun yang lalu itu syulidh hehehe.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *