3 Film Biografi Keluarga

Anda mencari kegiatan yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga? Cobalah menonton film-film biografi berikut yang cocok ditonton bersama teman-teman atau keluarga di akhir pekan:

  1. The Sound of Music

SoundMusic1

“Edelweiss… Edelweiss… Every morning you greet me…”

“Do, a deer, a female deer. Re, a drop gold of sun. Me, a name, I call myself…”

“I am sixteen, going on seventeen, I know that I’m naïve…”

Siapa yang tak tahu lagu lirik lagu-lagu di atas? Ketiga lagu tersebut merupakan bagian dari film musikal “The Sound of Music”. Film yang disutradarai oleh Robert Wise ini diangkat dari buku The Von Trapp Family Singers yang ditulis oleh Maria Von Trapp.

Dengan latar belakang Austria pada zaman Perang Dunia Pertama, film ini berisi tentang kehidupan Maria, yang diperankan oleh Julie Andrews, seorang perempuan muda yang menjadi pengasuh tujuh anak seorang perwira Angkatan Laut, Captain Georg Ludwig Von Trapp yang diperankan oleh Christopher Plummer.

Sebelum bekerja menjadi pengasuh bagi keluarga Von Trapp, Maria menjadi biarawati di salah satu gereja di Austria, namun karena dianggap terlalu senang menyanyi dan bermain-main, akhirnya ia diajukan oleh Suster Kepalanya untuk menjadi pengasuh di rumah keluarga Von Trapp.

Ketika pertama kali datang dan berkenalan dengan anak-anak keluarga Von Trapp, Maria sudah dikerjai oleh mereka. Seekor katak diselipkan ke dalam kantung bajunya. Namun hal ini tak membuat Maria takut dan patah semangat. Ia malah semakin mendekati ketujuh anak tersebut yang akhirnya menganggap Maria adalah sahabat mereka.

Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga karena tak hanya menampilkan tarian dan nyanyian yang indah dan mudah diingat, namun juga menampilkan kisah yang menginspirasi melalui perjuangan Maria untuk bertahan dengan keluarga Von Trapp dalam kondisi apapun dan tetap tulus dalam melakukan segala sesuatu bagi keluarga tersebut.

  1. The Blind Side

the_blind_side-207887

Film yang disutradarai oleh John Lee Hancock ini diangkat berdasarkan kisah nyata Michael Oher, pemain NFL, yang diadopsi oleh Sean Tuohy (Tim McGraw)  dan Leigh Anne Tuohy (Sandra Bullock).

Kisah yang diangkat oleh film ini amat menarik, karena mengangkat tema perbedaan ras, budaya, dan pola pikir antara Michael Oher (Quinton Aaron) dan keluarga adopsinya. Perjuangan Leigh Anne dalam mendidik dan mengadopsi Michael pun menjadi salah satu faktor yang membuat kisah ini amat inspiratif. Leigh Anne harus berjuang meyakinkan suaminya dan anak-anaknya, ia bahkan harus rela mendengar keluarganya diejek oleh orang lain karena mengadopsi Michael “Big Mike” Oher

.blindsideposter

Perjuangan di dalam diri Michael Oher sendiri pun tak kalah sulitnya, ia harus berpisah dengan ibunya sejak umur 7 tahun karena ibunya merupakan PSK dan pemakai narkoba. Ia bahkan tak tahu siapa ayah kandungnya. Sebelum bertemu dengan keluarga Tuohy, “Big Mike” harus tidur di tempat-tempat publik dan mengais makanan yang tak habis dimakan oleh orang lain.

Meskipun dalam beberapa wawancara setelah film ini ditayangkan Michael Oher yang asli menyatakan ada beberapa hal yang berbeda antara kisah di film dan di kenyataan, tetapi Leigh Anne Tuohy yang asli tetap senang karena film ini memberikan pesan yang bagus mengenai keluarga dan perjuangan kepada banyak orang.

  1. The Pursuit of Happyness

pursuit-of-happiness-quotes-7

Film yang tokoh utamanya diperankan oleh duo aktor ayah-anak Will Smith dan Jaden Smith ini menceritakan kisah hidup Chris Gardner, yang tak lain hanyalah seorang suami dan ayah biasa.

Konflik dalam kisah ini dimulai ketika Chris menghabiskan seluruh uangnya untuk membeli franchise untuk menjual alat scanner tulang. Namun sayangnya tak ada dokter yang mau membeli alat tersebut karena dianggap terlalu mahal. Keluarganya pun mulai terpecah. Istirnya, Linda (Thinda Newton), meminta cerai dan pindah ke New York, sementara Christopher (Jaden Smith) tetap tinggal bersama ayahnya.

Hidup mereka berdua luntang lantung, kadang mereka tidur di rumah singgah, kadang di tempat-tempat umum. Bahkan demi mendapatkan sedikit uang, Chris menjual darahnya hingga ia sakit namun tetap memaksakan diri menjadi pegawai magang yang tak digaji di perusahaan pialang Dean Witter Reynolds.

Film ini sangat berbeda dengan film biografi lainnya karena film ini menampilkan bahwa Chris tetap memiliki kegagalan dalam hidupnya, kehilangan kesempatan, perceraian dengan istrinya, harus menjual darah untuk mendapatkan uang, namun ia tetap yakin pada dirinya sendiri dan hal itu membuahkan hasil yang memuaskan.

Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi perserta magang terbaik dan diterima bekerja di Dean Witter Reynolds. Kemudian ia mendirikan Gardner Rich, perusahaan pialang miliknya, dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan sebagian kecil sahamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *